Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring bagi seluruh jenjang PAUD/TK, SD dan SMP di Kota Pekanbaru selama dua hari. Kebijakan tersebut diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3225/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran.
Dalam surat edaran tersebut disebutkan, berdasarkan Edaran Mendikdasmen RI Nomor 20 Tahun 2026 dan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), pada Minggu (6/9/2026) kualitas udara di Pekanbaru berada pada kategori “Tidak Sehat”.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan kegiatan pembelajaran tatap muka untuk sementara dihentikan dan diganti dengan PJJ atau daring selama dua hari, yakni Senin hingga Selasa (7-8/9/2026).
“Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring kembali dilaksanakan selama dua hari, tanggal 7-8 September 2026,” kata Jamal, Minggu (6/9/2026).
Selain sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan, sekolah atau madrasah di bawah Kementerian Agama serta kementerian atau lembaga lainnya di Kota Pekanbaru juga diimbau menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan memperhatikan kondisi kualitas udara dan kesehatan peserta didik.
Jamal mengatakan, apabila kondisi kualitas udara membaik, seluruh peserta didik PAUD hingga SMP akan kembali mengikuti pembelajaran tatap muka mulai Rabu (9/9/2026).
“Apabila kondisi udara membaik pada Rabu, 9 September 2026, maka seluruh siswa dapat kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka dan diwajibkan menggunakan masker,” katanya.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada kepala sekolah negeri dan swasta jenjang PAUD/TK, SD dan SMP se-Kota Pekanbaru. Tembusan surat juga disampaikan kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD serta Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru.
Kebijakan tersebut merupakan langkah Pemko Pekanbaru untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik dari dampak polusi udara akibat kabut asap Karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Riau.[rr/mcr]