Dua Pemuda Teluk Belitung Jadi Korban Diduga Tabrak Sapi di Jalan PT ITA, OPP Kecam Ternak Berkeliaran


Senin, 7-9-2026



MERANTI--Dua pemuda warga Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang mereka kendarai diduga menabrak seekor sapi yang berkeliaran di jalan milik PT Imbang Tata Alam (ITA), Ahad (6/9/2026).


Kedua korban diketahui bernama Jamaluddin dan Ahmad Hambali, warga Jalan S Parman RT 03 RW 04, Kelurahan Teluk Belitung.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian Jamaluddin mengendarai sepeda motor untuk mengantar saudaranya, Ahmad Hambali, menuju Pelabuhan Sagu-Sagu. Ahmad Hambali rencananya hendak berangkat ke Pekanbaru.


Namun, ketika melintas di depan persimpangan AC 3, jalan perusahaan PT ITA, tiba-tiba seekor sapi yang diduga milik warga menyeberang jalan.


Karena jarak yang sudah terlalu dekat, Jamaluddin tidak sempat menghindar. Sepeda motor yang dikendarainya menabrak sapi tersebut hingga kedua korban terjatuh.


Beruntung, keduanya segera mendapat pertolongan dari seorang sopir travel yang kebetulan melintas di lokasi. Jamaluddin kemudian dibawa ke Puskesmas Teluk Belitung untuk mendapatkan penanganan medis, sedangkan Ahmad Hambali dibawa untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, Jamaluddin mengalami patah tulang selangka sebelah kiri serta luka lecet di sejumlah bagian tubuh. Sementara Ahmad Hambali mengalami luka cukup parah pada bagian wajah dan luka lecet di beberapa bagian tubuh.


Kecelakaan tersebut kembali memunculkan keluhan masyarakat mengenai keberadaan sapi yang kerap berkeliaran di sepanjang jalan perusahaan. Warga menilai kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.


“Sudah sering kami komplain. Sapi sapi itu dibiarkan berkeliaran di jalan. Apalagi malam hari sangat berbahaya. Sekarang sudah ada yang patah tulang,” ujar salah seorang warga setempat.


Pihak keluarga korban juga meminta pertanggungjawaban dari pemilik ternak apabila nantinya dapat dipastikan sapi tersebut merupakan milik yang bersangkutan.


Selain itu, keluarga korban mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polsek Merbau, agar dapat mengambil langkah sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku terkait persoalan ternak yang berkeliaran di jalan.


Menanggapi kejadian tersebut, Organisasi Peduli Pemuda (OPP) Kelurahan Teluk Belitung menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami Jamaluddin dan Ahmad Hambali.


Ketua Umum OPP Kelurahan Teluk Belitung, Yoldi Asadi, mengecam keras apabila terbukti terdapat kelalaian pemilik ternak yang membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran bebas di jalan.


“Kami dari OPP Kelurahan Teluk Belitung sangat prihatin atas musibah yang menimpa saudara kami. Ini bukan lagi persoalan sepele. Ketika hewan ternak dibiarkan berkeliaran dan kemudian menyebabkan kecelakaan, keselamatan masyarakat menjadi taruhannya,” tegas Yoldi.


Menurut Yoldi, pemilik ternak harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap hewan peliharaannya. Hewan ternak semestinya dikandangkan atau diawasi dengan baik agar tidak berkeliaran dan membahayakan pengguna jalan.


“Kami mengecam keras apabila memang ada pemilik ternak yang dengan sengaja ataupun karena kelalaiannya membiarkan sapi berkeliaran bebas di jalan. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban akibat kelalaian orang lain,” lanjutnya.


Yoldi meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, harus ada langkah nyata dari pemilik ternak dan pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban yang lebih parah atau bahkan korban jiwa baru semua pihak bergerak. Hari ini sudah ada warga yang mengalami patah tulang dan luka serius. Ini harus menjadi peringatan bersama,” tegas Yoldi.


Ia juga mengimbau seluruh pemilik ternak di wilayah Kelurahan Teluk Belitung dan sekitarnya agar lebih bertanggung jawab dalam memelihara hewan ternaknya.


“Kami meminta kepada seluruh pemilik ternak untuk segera mengandangkan dan mengawasi hewan masing-masing. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan karena kelalaian satu pihak, orang lain harus menanggung akibatnya,” pungkasnya.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, persoalan ternak yang berkeliaran di sepanjang jalan perusahaan, mulai dari Pos 1 Kurau hingga Pos 9 Bagan Melibur, sebelumnya telah mendapat perhatian.


PT ITA bersama para peternak disebut telah melakukan koordinasi sejak Februari 2023. Dalam koordinasi tersebut, kedua belah pihak disebut menandatangani berita acara yang memuat sejumlah kesepakatan.


Salah satu poin kesepakatan tersebut adalah permintaan PT ITA agar ternak ditertibkan dengan cara dikandangkan sehingga tidak mengganggu operasional kendaraan perusahaan maupun pengendara lainnya.


Dalam kesepakatan itu juga disebutkan bahwa apabila terjadi insiden tabrakan yang melibatkan ternak, pemilik ternak tidak akan menuntut kerugian kepada PT ITA maupun pengendara lainnya.


Namun, berdasarkan kondisi di lapangan dan keluhan masyarakat, sapi-sapi tersebut disebut masih berkeliaran bebas hingga saat ini.


Peristiwa yang menimpa Jamaluddin dan Ahmad Hambali diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk kembali menyelesaikan persoalan tersebut secara serius.


Yoldi menegaskan, masyarakat berhak mendapatkan rasa aman ketika menggunakan jalan.


“Kami berharap ada solusi nyata dan penertiban yang jelas. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” tutup Yoldi.[rr/ya]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT