KEPULAUANMERANTI--Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj Ismiatun SE, secara resmi membuka Gebyar Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang dipusatkan di Gedung Afifa, Selatpanjang, Kecamatan Tebing Tinggi, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang diawali dengan senam massal tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak anak, memberikan perlindungan, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan menyenangkan bagi tumbuh kembang anak usia dini.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun ini mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema tersebut mengingatkan bahwa anak merupakan generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa dan daerah.
Dalam sambutannya, Ismiatun menegaskan bahwa pemenuhan hak anak tidak cukup hanya dengan menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian. Anak juga membutuhkan kasih sayang, perlindungan menyeluruh, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara sehat, aman, cerdas, dan bahagia.
"Anak-anak adalah investasi terbesar bagi bangsa ini. Di tangan merekalah masa depan daerah dan negara kita akan dititipkan. Tugas kita bukan sekadar memberi mereka makan dan pakaian, melainkan memberikan perlindungan yang utuh, kasih sayang yang tulus, serta ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk tumbuh secara sehat, aman, cerdas, dan ceria," ungkap Ismiatun.
Ia juga menyebut kegiatan senam massal sebagai salah satu upaya menanamkan kebiasaan hidup sehat dan aktif sejak usia dini. Kondisi fisik yang bugar dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak, baik secara fisik maupun mental.
Ismiatun mengapresiasi antusiasme anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, keceriaan dan semangat peserta menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Selain senam massal, Gebyar HAN 2026 juga diisi dengan berbagai perlombaan untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengeksplorasi minat, bakat, dan kreativitas.
Adapun perlombaan yang digelar meliputi Senam Anak Indonesia Hebat, kolase, solo song, serta fashion show dengan memanfaatkan bahan bekas atau daur ulang.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, meningkatkan keberanian tampil di depan umum, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan nilai persahabatan dan sportivitas.
Pada kesempatan itu, Ismiatun juga mengingatkan para guru dan tenaga pendidik agar menjadikan lembaga PAUD sebagai lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang membuat anak merasa diabaikan atau tersisihkan.
"Biarkan mereka bermain, berani tampil, bersosialisasi, dan membangun rasa percaya diri. Tugas kita adalah mengarahkan dan menjaga agar masa emas (golden age) mereka terlewati dengan penuh kebahagiaan," tuturnya.
Ismiatun turut berpesan kepada anak-anak agar selalu belajar dengan gembira, menghormati orang tua dan guru, serta berani memiliki cita-cita tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran SPd, mengajak seluruh tenaga pendidik PAUD dan TK untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan dedikasi.
Menurutnya, mendidik anak usia dini bukanlah pekerjaan mudah karena membutuhkan kesabaran, ketulusan, serta komitmen dalam mendampingi setiap tahapan tumbuh kembang anak.
Ia mengajak para tenaga pendidik untuk memperkuat komitmen melalui tiga hal penting.
Pertama, menjadikan sekolah PAUD sebagai rumah kedua bagi anak, yakni tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan tanpa kekerasan maupun diskriminasi.
Kedua, menghargai dan mendengarkan suara anak dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya, menyampaikan pendapat, berekspresi, dan bermain. Ia mengingatkan bahwa dunia anak adalah dunia bermain sehingga proses pembelajaran harus berlangsung secara menyenangkan.
Ketiga, memperkuat kolaborasi antara guru, orang tua, dan seluruh mitra pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tenaga pendidik di sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua.
"Pendidikan di sekolah hanya dapat berhasil apabila kolaborasi dan kerja sama antara guru yang ada di sekolah dengan orang tua siswa dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, Suprapti MPd, dalam laporannya menjelaskan bahwa Gebyar HAN 2026 merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama dalam memenuhi hak anak.
Kegiatan tersebut juga bertujuan mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Suprapti menyebutkan, kegiatan ini diikuti sekitar 260 peserta yang terdiri atas murid dan guru pendamping dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur pendidikan dan organisasi mitra, di antaranya Bunda PAUD kecamatan, kepala sekolah PAUD, kepala sekolah SD se-Kecamatan Tebing Tinggi, koordinator wilayah pendidikan kecamatan, Pokja Bunda PAUD, IGTKI, serta HIMPAUDI Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ia berharap Gebyar HAN tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak melalui pengalaman belajar yang edukatif, menyenangkan, dan ramah anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua dan pengurus TP-PKK Kabupaten Kepulauan Meranti, Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Meranti, kepala sekolah PAUD dan SD, koordinator wilayah pendidikan kecamatan, pengurus Pokja Bunda PAUD, IGTKI, HIMPAUDI, tenaga pendidik, orang tua, serta peserta didik.
Melalui Gebyar Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap kesadaran bersama terhadap pentingnya perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan kebahagiaan anak semakin meningkat.
Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun generasi masa depan yang berkualitas, kreatif, dan berkarakter.[rr/mgi]
Penulis Riau RayaEditor Lukman Hakim